Minggu, 02 September 2012

Cerita Dewasa - Sex Pertamaku Dengan Tetangga

Aku seorang pemuda yangbaru menginjak usia 16 tahun, dan untuk menambah uang sakuku, aku bekerja sebagai pencucu mobil tetangga. Kendaraan kesukaanku adalah mobil tetangga Leslie. Pertama dia memiliki kendaraan audi yang cantik dan kedua pemilik kendaraan tersebut memiliki tubuh yang sangat seksi! hahaha.. Bagiku yang masih bau kencur ini, pemilik mobil tersebut yang jauh lebih tua dariku (usia 20 tahun) tetap memiliki aura gadis muda yang erotis walaupun kini ia hidup terpisah dengan suaminya karena kasus selingkuhan sang suami dengan salah satu pegawai admin di kantor tersebut. Aku telah menyelesaikan tugasku (mencuci mobilnya) dan segera menekan bel pintu rumahnya untuk memberitahukan bahwa tugasku telah selesai. Aku mendengar suara dari dalam, “Masuklah”. Aku membuka pintu dan segera masuk. Leslie segera turun dari anak tangga dengan mengunakan handuk mandinya. Handuk tersebut sangat kecil sehingga sedikit saja keatas maka bagian kemaluannya akan terlihat jelas. “Ma’af”, jawabku malu melihat kondisi demikian. “Rasanya anda memperkenankan saya masuk” “Tidak, saya tadi bilang saya akan segera datang.” Dia menjelaskan. “Tapi, sudahlah tidak apa.” “Mobilnya telah siap.” Balasku kembali. “Berapa, $5 nggak masalah?” Dia bertanya. “Tidak apa.” balasku kembali. Mbak Leslie melihat disekeliling ruang tamu dan mengambil tasnya yang berada di sofa kursi. Ia mencoba meraih tas tersebut sambil menahan handuknya. Satu tangan menahan handuk, tangan lainnya berusaha membuka tasnya. Karena tas tersebut agak sulit dibuka dengan satu tangan, ia berusaha dengan cepat melepaskan tangan satunya untuk membantu membuka tas tersebut. Sedangkan handuk tersebut hanya sedikit terkunci melipat. Dia berusaha mengatur posisinya agar aman bagi handuknya…tetapi handuk itu malah slip dan mencoba melorot. Gerakan refleksi tangannya terlambat untuk menahan handuk yang terlepas tersebut. Aku melihat sebuah pemandangan payudara yang sangat mengasyikan dan mengagumkan! Aku menelan air ludah.! Setelah dibenahi kembali posisi handuk tersebut, ia mengeluarkan sejumlah uang dari tasnya dan itu cuma $3. “Hmmm…sepertinya kurang”, gumamnya… kemudian ia kembali membuka tasnya dan berusaha menekan handuknya dengan kedua sisi lengan tangannya. Dlm pencarian sisa $2 tsb, handuk tersebut terlepas kembali dan kali ini ia membiarkan saja. Oh…my….god..payudara begitu kencang, bulu vagina yang begitu halus dan rapi serta pinggul dan pantat yang sangat mengembang! Perfect body!!!! “Ia bergumam datar tanpa menoleh kepadaku; kupikir kamu tidak masalah dengan segitu saja?”. Dan terus fokus untuk mencari sisa uang dalam tasnya “Tidak.” balasku. “Baiklah, kalau begitu.Aku akan memberikan sisanya esok saja.” Ia membalas cepat. “Bukan, bukan itu maksudku (masalah sisa uang tsb),” balasku sambil melotot memandang tubuhnya. “Saya belum pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, maksudku.” “Benarkah?” Dia bertanya kalem. “Ya…hanya di buku dan tv.” balasku. “Jadi bagaimana menurutmu?” Dia bertanya sambil mendekat. “Anda begitu cantik sekali.” kataku sedikit gemetar. “Terima kasih.” Dia membalas sambil berada tepat sejengkal dihadapanku. Aku dapat merasakan panas dari tubuhnya. Leslie kemudia menarik tanganku dan menempelkannya diatas payudaranya, lembut…kejal….dan celanaku menjadi tidak karuan bentuknya. AKu merasa tidak nyaman dengan posisi penis didalam celanaku. Leslie meraih ikat pingangku dan membuka kancing jeans ku. Dan melorotkannya! Penisku mengembang didalam celana dalamku dan mengarah kesamping. Kemudian ia meraih penisku dari dalam celana dalamku. Saat yang kunanti telah tiba. “Kamu sudah besar ya…”jawabnya pada penisku sambil tersenyum. “Biar aku yang mengurusmu!.” katanya nakal pada penisku sambil menyentil kemaluanku. Aku hanya diam seribu bahasa. Ia menarikku untuk tidur dilantai. Kemudian ia menindihku. “Aku yakin ini tidak akan lama.” katanya mengoda sambil mengerayangi tubuhku hingga menuju batang penisku. “Ee…” hanya itu yang bisa aku ucapkan. Aku merasa ia mencium penisku dan kemudian ada terasa hangat pada saat penisku berada dalam mulutnya. Tak terbayangkan rasa itu, dia berhenti sejenak dan kemudian melahap penisku sangat dalam hingga aku merasa menyenggol kerongkongannya. Dia benar! Karena ini merupakan pengalaman pertama bagiku, aku tidak kuasa menahan semua tekanan darah dalam penisku. Penisku mulai mengencang hebat dan rasanya dengan hisapan demikian aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencegah spermaku keluar. Penisku menyemprot sperma dalam mulutnya!. Mbak Leslie tidak juga melepas lumatan penisku, ibarat bayi yang sedang menyusui…ia menghisap semua spermaku dan menjilat semua sperma yang masih membekas di penisku. “Bagaimana rasanya…sayang?” Dia bertanya. “Wowwww, enak sekali mbak.” balasku. Ia kemudian berbaring disampingku. Aku berbalik dan segera menindihnya. Aku meremas dan mengelus semua bagian tubuhnya. Aku bergerak kearah mulutnya dan segera melumat bibir mungil itu. Kamipun saling fiting lidah. Aku mencoba meraih bagian vagina dengan tanganku dan segera menarik dan mengesek itil dari mbak leslie. “Kalem dong sayang.” mbak leslie segera meraih tanganku dan membimbingnya untuk mengosok bibir dan clitorisnya dengan perlahan. KAmi terus melanjutkan ciuman kami, kemudian ia menekan kepalaku kebawah menuju arah vaginanya. Aku tahu ia ingin aku melumat vaginanya. Kulihat vagina itu sudah mulai basah dan aku mencoba menusuknya dengan jariku. Tetapi mbak leslie masih dalam kontrol yang baik, ia meraih tangaku untuk mengesek bagian luarnya lebih dahulu. Kulihat itil nya turun naik merasakan birahi yang sudah mulai naik pada wanita ini. Kemudian ia memegang jariku untuk masuk dalam vaginanya. Jarikupun masuk sedalamnya dalam vagina mbak leslie. Tak lama kemudian kedua paha mbak leslie merapat dan menjepit jariku. Kurasakan gerakan ‘kembang kempis dan panas’ dalam vagina tersebut. Sepertinya vagina tersebut lagi berusaha ‘mengemut’ jariku!. Aku hanya bisa menatap tubuh dan wajahnya yang cantik. Rambutnya yang terurai berantakkan menambah kekagumanku atas tubuh wanita ini. “Apakah kamu berfikir ini sudah nikmat?” Dia bertanya mendadak. “Ya.” balasku. “Ohhh…belum sayang.” balasnya kemudian. Dia melepaskan jariku dalam vaginanya dan mandorongku untuk tidur dilantai. Kemudian dengan cekatan ia sudah berada diatasku. Ia meraih penisku dan mengarahkan dalam vaginanya. Dia benar, saat penisku mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginanya, pikiranku kosong dan menerawang entah kemana. Hingga vagian itu menelan semuanya dan menyentuh buah zakarku….aku seperti terbang tinggi. Kemudian ia melipatkan kakinya dan layaknya seorang joki, ia mengangkat cukup tinggi pantatnya dan menghujamkan dengan keras pada penisku….wooooowwwww…..that’s really fucked!!!! Dan mulailah irama tungangan kuda yang cukup kencang dilakukan mbak leslie. Penisku dipelintir kesana kemari. Kiri- kanan, maju-mundur…. Sepertinya ia ingin mematahkan batang penisku ! “Ini nikmat sekali tante…!.” kataku menjerit. “Aku membutuhkan itu.” Dia membalas sambil terengah-engah. “3 bulan kesendirianku akan kubalas padamu!” Katanya geram sambil menghempaskan vaginanya pada penisku! Sepertinya mbak leslie menumpahkan semua birahi terpendam akibat kejengkelan dengan sang suami. Ini bagaimana cara ia mengenjot penisku dengan ‘kasar’. “Bisakah kau rasakan ini?” balasnya sambil mengigit bibirnya sendiri dan membengkokkan penisku kedepan. Aku merasa penisku ditarik dan dikait vagina mbak leslie kesana kemari. Rasanya sedikit keras dan sakit…tapi tetap kurasakan rasa nikmat yang liar dari style seperti ini…. “Bagaimana dengan ini?” sambil ia memaksa memasukkan sedalam- dalamnya penisku dalam vaginanya. Mimiknya sedikit geram pada tubuhku, dan rasanya ia ingin menelan buah zakarku….liar sekali… Tak ada genjotan yang halus!…..Semua sentakan dan benturan mengunakan tenaga kuda! Tak ada yang dikurangi…’Bagaimana dengan ini…hah?!” sahutnya geram sambil menghujamkan vaginanya dalam penisku dan digoyangnya pinggulnya sehingga membuat batang penisku seperti melintir…. Liar sekali….!..ia seperti kerasukan setan!… Aku merasakan spermaku sudah akan keluar kembali…”Mbak aku sudah tidak kuat..” balasku memberitahunya…. “Tak apa sayang…keluarkan saja apa yang kamu punya..” jawabnya sambil terengah-engah. “Didalam?”, balasku lagi… “He…eh…” balasnya sambil menghujam penisku bertubi-tubi…. Ia menunduk dan mengigit putingku….”auwwww…” teriaku sedikit menjerit… “Pelan2 mbak..”, pintaku… Mbak leslie tidak perduli sambil terus mengigit putingku kiri dan kanan, ia memutar pantatnya seperti gilingan! Aku sudah tidak kuat…Mbak aku sudah hampir mau keluar…! “Sabar sayang, mbak juga….kita barengan..” pintanya. Dan akhirnya ia berkata, “kamu siap?”, sambil terus memompa penisku dengan irama yang sungguh cepat! “Yaaaa…”,balasku. Dan karena tak kuasa lagi, kusemprotkan spermaku dalam vagina itu, serrr…serrr… serrr… 3x kali kusemprotkan spermaku dalam vagina mbak leslie dan rasanya nikmattttttttttt sekaliiiiii. Sepertinya “kedutan” vagina itu siap2 untuk hal yang sama… Dan tak lama kemudian segera ia bangkit mengangkangiku dan menyuruhku untuk menyodok semua jariku dalam vaginanya…. Lima jariku-pun kumasukkan dalam vagina tersebut…dan kusodokkan keluar masuk…. “Aku sudah mau keluarrrr….” jawab mabak leslie berteriak panjang. Dan benarlah…jemariku semakin merasakan “jepitan kedut-kedut’ dalam vagina itu… Kemudian tiba2 ia menarik dan mengeluarkan tanganku…dan memberikan vaginanya ke arah mukaku… “Masukkan lidahmu sayang….masukkan!”, perintahnya sedikit memaksa! “Owww…geli bercampur ngeri…”, bathinku… Vagina itu nampak becek sekali akibat spermaku! Mbak leslie segera menjambak rambutku dan menyodorkan mukaku secara rapat ke vagina nya… “Masukkan sayang lidahmu…dan mainkan!”, katanya memohon sambil memaksa. Aku memasukkan semua lidahku dalam vagina itu dan mengerakkannya seperti ular dalam gua… Ia menuntaskan dengan mengeluarkan sperma nya dalam kurun waktu yang cukup lama pada lidahku dan sperma itu mengalir masuk dalam mulutku…Ia berteriak keras, “ouwwwwww….yess….yessss..”, entah berapa kali semprotan halus spermanya menyentuh lidahku. “Suck me babe…suck me”, katanya sambil menjambak rambutku. Rasanya lama sekali ia mengeluarkan pejuh nya…. “Rasakan itu…boy…rasakan!”, cerocosnya ngawur dan geram.. Ia benar2 menumpahkan semua orgasmenya pada mulutku! “Ooohh…yeah…that’s right….”, katanya sedikit mengakhiri orgasme tersebut. Aku tidak bisa berbuat apa2… jambakannya begitu keras dan dengan kepalaku yang sedikit mengangkat, maka sperma campuran itu tertelan olehku… Asin…anyir…dan aku rasanya mau muntah…. “Oooohhhh….yesss…”, jawabnya lega sambil belum melepaskan jambakan tanganya pada rambutku. Seolah ia ingin aku menghabisi semua sperma yang ada pada vagina tersebut.. Aku sudah tidak tahan dan segera aku berontak….karena aku tersedak hebat dan mau muntah jika dipaksakan terus…. Akupun melompat dan segera kuhempaskan kesamping tubuh mbak leslie… Aku terbatuk dan tersedak…Ku keluarkan sisa sperma yang masih ada dalam mulutku… Mbak leslie hanya memandangku dengan tertawa kecil dan puas… “Bagaimana sayang..?”, jawabnya lemas sambil tersenyum “Luar biasa mbak..”, jawabku sekenanya setelah kondisiku sudah mulai tenang. “Kalau ada waktu, kita lakukan ini kembali ya say…”, balasnya meminta. “Ya…kita lihat nanti gimana keadaanya..”, balasku capek. “Benarkah?” balasnya. “Ya”, jawabku enteng. Akhirnya kami sudahi permainan tersebut, dan uang $5 tidak jadi kuambil… Rasanya pengalaman ini jauh lebih berharga. Akhirnya kami melakukan kembali pada waktu tertentu, hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke negara bagian karena kasus cerai dengan mantan suaminya telah selesai. Selamat tinggal mbak leslie…kataku dalam hati menghantarkan kepergiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar